Akankah Metaverse Menandingi Dunia Nyata?

Operator
Operator

21 Februari 2022

Akankah Metaverse Menandingi Dunia Nyata?

Perkembangan social media yang ada saat ini sudah mengarah pada teknologi augmented reality yang membuat dunia maya menjadi lebih dekat dengan kita. Salah satu contohnya yaitu sebuah platform media sosial yang sangat terkenal, yaitu Facebook telah diubah oleh pemiliknya, Mark Zuckerberg menjadi Meta Platform Inc., atau disingkat dengan istilah Meta. Meta diambil dari istilah Metaverse. Metaverse ini merupakan suatu teknologi Augmented Reality yang membuat individu satu sama lain bisa berinteraksi secara virtual di social media.

Istilah Metaverse ini muncul pada tahun 1992 dalam sebuah novel fiksi karya Neal Stephenson yang berjudul Snow Crash. Novel tersebut menceritakan tentang dunia virtual 3D yang dihuni oleh avatar berbentuk orang sungguhan.

Menariknya, melalui Metaverse ini pengguna bisa membuat avatar sendiri yang sesuai dengan dirinya, dan bisa menjalani kehidupan virtual seperti di kehidupan nyata. Pada musim pandemi seperti saat ini, tentunya kegiatan kita dibatasi oleh social distancing. Namun tidak di kehidupan Metaverse. Kita bisa bertemu, bersalaman, berbicara dengan orang lain tanpa takut tertular. Kita juga bisa melakukan kegiatan seperti berbelanja, rapat, menonton konser, hingga investasi properti digital di dunia Metaverse.

Aset Kripto yang sedang menjamur akhir-akhir ini, merupakan alat pembayaran jual beli dalam metaverse. Beberapa aset kripto yang terhubung dengan Metaverse ini meliputi Decentraland (MANA) dan Sandbox (SAND). Jadi pengguna yang akan melangsungkan jual beli di dalam dunia metaverse pun harus memiliki akun Kripto ini sendiri. Namun hingga saat ini masa depan kripto ini pun masih belum dapat diprediksi, sehingga kita juga harus selalu berhati-hati dalam penggunaannya.

Untuk bisa masuk ke dunia metaverse, pengguna harus memiliki akun terlebih dahulu. Lalu menggunakan kacamata Virtual Reality dan sarung tangan berteknologi heptic. Audio yang baik juga diperlukan untuk menunjang pengalaman realistik seperti di dunia nyata. Sehingga hanya dengan di rumah saja, kita pun bisa traveling ke luar negeri, dan berbelanja apapun yang kita inginkan tanpa harus ke lokasi.

Perkembangan teknologi semacam ini memang memiliki banyak manfaat jika kita bisa menggunakannya dengan baik. Namun tentunya juga bisa merugikan jika kita tidak mempelajarinya terlebih dahulu. Jangan sampai kita terjerumus dalam social media yang membuat kita lupa bahwa kita hidup di dunia nyata. Sehingga, jika nantinya Metaverse ini sudah bisa digunakan oleh semua orang, kita harus cerdas dalam menggunakannya.


Artikel Lainnya

Tertarik Untuk Kerjasama?

Tingkatkan kinerja perusahaan anda dengan konektivitas yang lebih mudah serta cepat

Kirim Pesan