Kenali Macam-macam Topologi Jaringan Yuk!

Operator
Operator

20 April 2022

Kenali Macam-macam Topologi Jaringan Yuk!

Jika kamu sekolah di SMK jurusan TKJ atau kuliah dijurusan Teknik Komputer maupun Informatika, topologi jaringan mungkin tidak asing di telingamu. Bahkan sudah menjadi makanan sehari-hari yang wajib kamu pahami sebelum terjun langsung untuk bekerja di bidang IT. Namun bagi kamu yang masih awam dengan istilah Topologi Jaringan, yuk kita bahas apa saja sih Topologi Jaringan yang bisa kamu gunakan untuk menyambungkan komputermu.

Topologi Jaringan merupakan suatu metode atau cara untuk bisa menghubungkan satu komputer dengan komputer lainnya, baik menggunakan kabel maupun nirkabel (tanpa kabel). Fungsinya adalah untuk mengetahui bagaimana masing-masing komputer yang saling terhubung dengan host yang sama bisa saling berkomunikasi satu sama lain. Biasanya Topologi jaringan ini digunakan untuk membuat laboratorium Komputer di sekolah maupun instansi lainnya. Apa saja sih macamnya? Kita bahas satu persatu yuk..

1. Topologi Ring


Topologi ring berbentuk seperti cincin dan biasa digunakan untuk membuah sebuah jaringan komputer dalam rangkaian yang berbentuk melingkar. Dalam topologi Ring ini biasanya hanya menggunakan LAN Card untuk mengkoneksikan satu komputer dengan komputer lainnya. Kelebihannya yaitu performa koneksinya yang baik dan harga instalasinya masih cukup murah. Proses instalasi dan konfigurasinya pun cukup mudah, sehingga lebih mudah untuk diimplementasikan.

Tetapi Topologi Ring juga memiliki kekurangan jika terjadi problem. Troubleshooting pada jaringan ini cukup rumit dan rentan sekali terjadi tabrakan arus data. Jika salah satu koneksinya terputus atau bermasalah, maka jaringan yang lain akan terputus pula.

2. Topologi Bus


Topologi bus biasanya digunakan untuk installasi jaringan berbasis kabel coaxial karena topologinya yang sangat sederhana. Hanya ada satu saluran transmisi untuk semua node yang ada pada jaringan. Topologi ini menggunakan dropline pada setiap kabel yang menghubungkan bus dengan komputer, dan keran menjadi konektornya. Karena saking sederhananya topologi ini, biaya instalasinya pun cukup terjangkau. Jika ada penambahan client atau jaringan baru, instalasinya pun sangat mudah dilakukan.

Namun dibalik kemudahan Topologi Bus, kita juga tetap akan menjumpai kekurangannya, yaitu jika kabel umum gagal, maka seluruh system akan berhenti. Sering pula terjadi tabrakan arus data. Proses pengiriman dan penerimaan datanya pun dinilai kurang efisien.

3. Topologi Mesh


Topologi Mesh membuat komunikasi antar jaringan komputer bisa terjadi secara langsung melalui node-node yang saling terhubung satu sama lain. Topologi ini bisa digunakan untuk jaringan komputer dengan rute yang banyak. Penggunaan kabel tunggal membuat proses pengiriman data menjadi lebih cepat dan efisien. Bandwith limitnya juga cukup besar. Tentunya jarang sekali terjadi tabrakan arus data karena jalur pengirimannya yang sangat banyak. Security data pada jaringan ini juga dinilai sangat baik.

Namun karena setiap komputer terhubung satu sama lain, tentunya dibutuhkan jumlah kabel dalam jumlah yang cukup banyak sehingga biaya instalasi cenderung lebih mahal.

4. Topologi Star


Topologi Star merupakan topologi yang paling banyak digunakan dalam membuat jaringan komputer. Topologi yang berbentuk bintang ini menggunakan switch untuk koneksi antar client. Dengan topologi Star, jika ada salah satu komputer client bermasalah, topologi jaringan ini masih tetap berjalan dengan baik. Tingkat keamanan data nya pun dinilai cukup baik. Penggunaannya lebih fleksibel dan user lebih mudah untuk mendeteksi masalah pada jaringan tersebut.

Namun sebaliknya, jika switch yang mengalami masalah, maka seluruh komputer di dalam jaringan tersebut pun akan ikut bermasalah karena seluruh komputer client sangat bergantung pada host. Biaya instalasinya juga sangat mahal karena menggunakan banyak kabel.

5. Topologi Tree


Topologi tree lebih rumit lagi installasinya karena merupakan gabungan dari topologi bus dan topologi star. Biasanya digunakan untuk interkoneksi dengan host yang berbeda-beda. Penggunaan Topologi Tree ini lebih mudah pengembangannya jika ingin membuat topologi jaringan yang lebih luas lagi. Susunan topologi yang terpusat secara hirarki membuat pengaturan data menjadi lebih mudah.

Dengan topologi tree ini, jika komputer bagian atas bermasalah, maka komputer yang berada di bawahnya juga ikut bermasalah. Topologi ini juga memiliki kinerja jaringan yang lambat dan harga installasi yang mahal karena membutuhkan banyak kabl

6. Topologi Peer to peer


Topologi peer to peer hanya menghubungkan 2 jaringan komputer untuk bisa saling berbagi data. Topologi yang sangat sederhana ini hanya menggunakan 1 kabel saja, sehingga jaringannya sangat sulit untuk dikembangkan. Proses troubleshootingnya juga cukup rumit. Bahkan security dalam topologi ini pun juga sering kali bermasalah.

7. Topology Hybrid


Topology Hybrid terdiri dari beberapa topologi yang berbeda untuk membangun sebuah jaringan topologi yang baru. Topologi ini bersifat fleksibel karena sangat mudah untuk dipasangkan dengan topologi baru di jaringan tersebut. Namun meskipun demikian, proses installasi nya pun cukup rumit. Manajemen topologi hybrid juga sangat sulit untuk dilakukan, sehingga membuat biaya installasinya menjadi mahal.


Artikel Lainnya

Tertarik Untuk Kerjasama?

Tingkatkan kinerja perusahaan anda dengan konektivitas yang lebih mudah serta cepat

Kirim Pesan