Pencurian Data Pada Bisnis Online Menjelang Pandemi Covid 19

Pencurian Data Pada Bisnis Online Menjelang  Pandemi Covid 19

 

 

Beberapa bulan yang lalu, dunia IT di Indonesia digemparkan dengan diretasnya data pelanggan pada beberapa  market place terbesar di Indonesia yaitu Tokopedia dan Bhinneka.com.  Data pelanggan Market place tersebut diketahui dijual disalah satu darkweb dengan nominal yang telah ditentukan, tetapi ada juga beberapa data yang digratiskan. Peretasan data tersebut dilakukan oleh grup hacker yang sudah  lama melakukan peretasan pada bisnis online  yang bernama ShinyHunters. 

Pengamat keamanan internet dari Vaksincom Alfons Tanujaya, mengatakan bahwa ShinyHunters ini sepertinya memang aktor yang jagoan dalam hal database server, dan mengetahui celah-celah yang bisa dieksploitasi.

"Biasanya celah yang umum dipakai adalah injection, tapi kalau level BL (Bukalapak) dan Toped (Tokopedia) harusnya sih sudah jago atasi SQL Injection. Kemungkinan mereka pakai metode lain yg lebih canggih," ungkap Alfons.

Alfons juga menambahkan, bahwa nama ShinyHunters ini sebenarnya bukanlah nama yang terkenal. Namun sepertinya adalah identitas baru yang dipakai oleh grup peretas yang sudah ada sejak lama. Pemain lama yang dimaksud oleh Alfons adalah Gnosticplayers, yang merupakan sebuah grup hacker yang sering mengklaim telah meretas banyak bisnis online dan mencuri ratusan juta data penggunanya yang kemudian dijual di dark web.

Keamanan data memang menjadi hal yang sangat penting dalam kelangsungan bisnis perusahaan, maka dari itu PT. Time Excelindo melalui divisi infrastruktur melayani service keamanan data pelanggan. Data pelanggan dalam sebuah server akan diberikan security yang  handal dan dimonitoring selama 24 jam penuh. Setiap ada serangan hacker akan direport ke pelanggan tersebut.

 

 

Source :

https://inet.detik.com/security/d-5024518/kebocoran-data-selama-pandemi-dari-tokopedia-sampai-kpu?tag_from=wp_nhl_1

image:https://www.freepik.com/free-vector/steal-data-cyber-attack-concept_7970636.htm

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pencurian data