Waspada Sebelas Pencemaran Daging Haram di Sekitar Kita

Pencemaran daging haram di sekitar kita sudah semakin marak setiap harinya. Kita pun dituntut untuk lebih waspada dalam pencemaran daging haram di sekitar kita ini. Untuk itu pada hari Selasa, 22 Januari 2018 Time Excelindo mengadakan kajian rutin yang dilaksanakan setiap bulannya dengan tema “Waspada Sebelas Potensi Pencemaran Daging Haram di Sekitar Kita”. Kajian ini dilaksanakan di Ruang Citra 2 Universitas Amikom Yogyakarta dan dimulai dari pukul 09.00 hingga pukul 11.00. Materi tersebut disampaikan oleh Ustadz Ir. H. Nanung Danar Dono, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM.

Dalam kajian tersebut, Ustadz Nanung yang juga sebagai Pengurus MIUMI dan Auditor LPPOM MUI Provinsi DIY menyampaikan bahwa ada sekitar 11 potensi pencemaran daging haram yang ada di sekitar kita. Sebelas potensi terebut meliputi:

  1. Daging sapi dioplos daging babi (B2)
  2. Penggilingan daging sapi campur daging babi
  3. Daging anjing (B1), tikus, ular, dll.
  4. Daging ayam dan sapi bangkai
  5. Daging yang diolesi bumbu dengan kuas bulu babi
  6. Daging yang tidak disembelih menurut Syari’at Islam
  7. Daging yang direndam arak sebelum dipanggang
  8. Daging impor non-halal dari luar negeri
  9. Daging sapi gelonggong
  10. Krecek (gudeg, sambal goreng, dll.)
  11. Daging sampah (rumah makan, hotel, dll.)

Banyaknya potensi beredarnya daging haram tersebut di kalangan masyarakat membuat kita harus selalu waspada dengan potensi tersebut. Ustadz Nanung juga menyampaikan tentang bagaimana kita mengenali daging ayam tiren dan ayam segar. Tidak hanya ayam dan daging sapi mentah saja yang harus kita kenali, tetapi juga ayam dan daging sapi olahan yang harus kita waspadai sebelum menyantapnya. Oleh karenanya, Ustadz Nanung memberi pesan pula dalam kajian tersebut untuk berhati-hati terhadap setiap makanan yang kita santap.